Tasqif FSLDK Surabaya Raya

Acara yang diselenggarakan oleh FSLDK Surabaya dan STAIL Hidayatullah Sabtu, 19 Mei 2013

Memoar LDK MKMI

Tulislah ceritamu yang paling berkesan dan paling menginspirasi orang lain serta prestasi yang kalian dapatkan ditempat kuliah ataupun di dalam kehidupan sehari-hari selama menjadi bagian dari LDK MKMI. Buruan kirim tulisanmu paling lambat tanggal 2 juli 2012 pukul 24.00 wib

New Jaket LDK 2011

New Jaket LDK MKMI Rp 100.000 Akhir Pemesanan Jum'at, 04 November 2011 DP Minimal 50.000 Ayyooo buruan pesan jaket LDK .... !!! :-).

Istihlal Bersama LDK Se-Surabaya

Lembaga Dakwah Kampus Majelis Kajian Mahasiswa Islam (LDK MKMI) Universitas Trunojoyo Madura mendapatkan undangan untuk menghadiri acara Istihlal (halal bi halal) yang bertempat di Masjid Manarul Ilmi, Institut Teknologi Sepuluh November, Sukolilo bersama LDK se –Surabaya yang terdiri dari daerah Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan (8-9/10/2011)

Sarasehan Nasional 2011

Ayoo daftar Sarasehan Nasional FSLDK di UGM, tgl 28-30 Oktober 2011

KANTIN LDK

KANTIN LDK Adalah salah satu kegiatan syi'ar rutin tiap mingguan yang dilaksanakan oleh LDK MKMI

REKAM (Rekreasi Alam)

REKAM (Rekreasi Alam) adalah salah satu dari rentetan acara SEMUT 2011 yang bertujuan untuk lebih dekat dengan Allah, lebih dekat dengan alam selanjutnya

Tampilkan postingan dengan label Akhlaq. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhlaq. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Desember 2011

Ayat-ayat Cinta dan Maaf

Posted On 07:34 by Yanuari Dwi Prianto 0 komentar

Bismillahirrahmanirrahiim, Robbi zidni ilman warzuqnii fahman” (Ya Alloh, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan dan berilah aku kefahaman),
Ikhwah fillah, segenap anggota LDK MKMI dan pembaca yang di rahmati Allah. Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa melatih lisan kita untuk berdzikir, bersyukur kepada Allah dimanapun kita berada, sehingga dalam rangkaian kegiatan sehari-hari kita diberikan kemudahan dalam menjalaninya. Pada sekerat tulisan ini mari kita sejenak membaca ayat-ayat CintaNya, sebagai pesan untuk kita dalam menjalin ukhuwah terutama tentang memaafkan.
Kaum yang beriman adalah yang memiliki sifat memaafkan, pengasih dan berlapang dada, sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an : “(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali ‘Imraan [3]:134).  “Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” (Asy-Syuura: 43). ” …..dan hendaklah mereka mema’afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ” (QS. An Nuur [24] ; 22). ” …….karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS Ali ‘Imran [3] ; 159). ” Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. .” (QS. Al A’raaf [7] ; 199)
Ikhwah fillah., sesungguhnya semua dari kita hanyalah manusia biasa yang jauh dari sempurna, yang tidak akan pernah lepas dari yang namanya salah dan khilaf. Dari Uqbah bin Amir, dia berkata: “Rasulullah SAW bersabda, “wahai Uqbah, bagaimana jika kuberitahukan kepadamu tentang akhlak penghuni dunia dan akhirat yang paling utama? Hendaklah engkau menyambung hubungan persaudaraan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, hendaklah engkau memberi orang yang tidak mau memberimu dan maafkanlah orang yang telah menzalimimu.” (HR.Ahmad, Al-Hakim dan Al-Baghawy).
Karena itu wahai saudaraku, hendaklah kita melatih diri kita untuk menjadi hamba-hamba Allah yang penyabar dan pemaaf. Sebab, begitu besar balasan dari Allah bagi orang-orang yang sabar, sebagaimana sabda Rasullulah, “Tidaklah Allah memberi tambahan kepada seseorang hamba yang suka memberi maaf melainkan kemuliaan.” (HR: Muslim). Nabi SAW bersabda : “Siapa yang merasa pernah berbuat aniaya kepada saudaranya, baik berupa kehormatan badan atau harta atau lain-lainnya, hendaknya segera meminta halal (maaf) nya sekarang juga, sebelum datang suatu hari yang tiada harta dan dinar atau dirham, jika ia punya amal shalih, maka akan diambil menurut penganiayannya, dan jika tidak mempunyai hasanat (kebaikan), maka diambilkan dari kejahatan orang yang dia aniaya untuk ditanggungkan kepadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah r.a).
Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW bersabda: “Bukanlah kekuatan itu terletak pada pegulat, namun kekuatan itu diukur dalam mengekang nafsu di saat memuncaknya emosi/amarah seseorang” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya ada seorang pria bertanya; Ya Rasulullah, aku punya banyak kerabat dan aku berusaha menyambung (silaturahim) mereka, namun mereka memutuskan (silaturahim) kepadaku. Dan aku tetap berusaha baik kepada mereka, namun mereka membalasnya dengan keburukan terhadap aku. Dan aku selalu sabar menghadapi mereka, sedangkan mereka terus menyakitiku. Beliau bersabda: “Jika keadaanmu seperti apa yang kamu katakan, maka itu seolah-olah kamu memberikan abu panas kepada mereka. Dan kamu akan tetap ditolong Allah selama kamu tetap berbuat demikian.” (HR. Muslim)
Suatu ketika seorang pria bertanya kepada Rasulullah SAW tentang akhlak yang baik, maka Rasulullah SAW membacakan firman Allah, “Jadilah engkau pemaaf dan perintahkan orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (QS al-A’raaf [7] : 199). Kemudian beliau bersabda lagi, “Itu berarti engkau harus menjalin hubungan dengan orang yang memusuhimu, memberi kepada orang yang kikir kepadamu dan memaafkan orang yang menganiayamu.” (Hr. Ibnu Abud-Dunya)
Semoga dengan ayat-ayat cinta dan maaf ini, nuansa ukhuwah kita bisa setulus iman dan semakin indah dengan cita-cita pertemuan di syurgaNya kelak. Aamiin.


Minggu, 11 Desember 2011

INDAHNYA PERGAULAN LAWAN JENIS DALAM ISLAM

Posted On 16:25 by Yanuari Dwi Prianto 0 komentar

Oleh : Yanuari Dwi Prianto
---------------------------------
Berkata Imam Qurthubi : "Allah ta'ala memulai dengan wanita karena kebanyakan manusia menginginkannya, juga karena mereka merupakan jerat-jerat syetan yang menjadi fitnah bagi kaum laki-laki, sebagaimana sabda Rasulullah SAW : "Tiadalah aku tinggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita." (HR. Bukhari : 5696, Muslim : 2740, Tirmidzi : 2780, Ibnu Majah : 3998).

Saudara-saudariku yang budiman, Islam sebagai agama paripurna yang dibawa oleh para rasul berabad-abad silam tidak akan membiarkan fitnah itu mengembara tanpa batas, Islam telah mengatur dengan tegas bagaimana menyalurkan CINTA, juga bagaimana batas pergaulan antara dua insan lawan jenis sebelum terikat jalinan halal nan sah yaitu nikah, agar semuanya tetap berada dalam koridor etika dan norma yang sesuai dengan syari'at juga maslahat kita bersama.

Etika Pergaulan Lawan Jenis Dalam Islam :

1. Menundukan pandangan terhadap lawan jenis
Allah memerintahkan kaum laki-laki untuk menundukan pandangannya, sebagaimana firmanNya : Katakanlah kepada laki-laki yang beriman : "Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya." (QS. An-Nur : 30).
Sebagaimana hal ini juga diperintahkan kepada wanita beriman, Allah berfirman : Dan katakanlah kepada wanita yang beriman : "Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya." (QS. An-Nur : 31).

2. Menutup aurat
Allah berfirman : "Dan janganlah mereka menampakan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya." (QS. An-Nur : 31).
Juga firmanNya : Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu'min : "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab : 59).
Perintah menutup aurat juga berlaku bagi semua jenis, sebagaimana sebuah hadits : Dari Abu Sa'id Al-Khudri RA berkata : Rasulullah SAW bersabda : "Janganlah seorang laki-laki memandang aurat laki-laki, begitu juga wanita jangan melihat aurat wanita." (HR. Muslim 1/641, Abu Dawud 4018, Tirmidzi 2793, Ibnu Majah 661).

3. Adanya pembatas antara laki-laki dengan wanita
Kalau ada sebuah keperluan terhadap lawan jenis, harus disampaikan dari balik tabir pembatas. Sebagaimana firmanNya : "Dan apabila kalian meminta sesuatu kepada mereka (para wanita) maka mintalah dari balik hijab." (QS. Al-Ahzab : 53).

4. Tidak berdua-duaan dengan lawan jenis
Dari Ibnu Abbas RA berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda; "Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan (Khalwat) dengan wanita kecuali bersama mahramnya." (HR. Bukhari 9/330, Muslim 1341).
Dari Jabir bin Samurah berkata : Rasulullah SAW bersabda : "Janganlah salah seorang dari kalian berdua-duaan dengan seorang wanita, karena syetan akan menjadi yang ketiganya." (HR. Ahmad 1/18, Tirmidzi 3/374 dengan sanad Shahih, lihat Takhrij Misykah 3188).

5. Tidak mendayukan ucapan
Seorang wanita dilarang mendayukan ucapan saat berbicara kepada selain suami. Firman Allah : "Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik." (QS. Al-Ahzab : 32).
Berkata Imam Ibnu Katsir : "Ini adalah beberapa etika yang diperintahkan oleh Allah kepada para istri Rasulullah saw serta para wanita mu'minah lainnya, yaitu hendaklah dia kalau berbicara dengan orang lain tanpa suara merdu, dalam artian janganlah seorang wanita berbicara dengan orang lain sebagimana dia berbicara dengan suaminya." (Tafsir Ibnu Katsir 3/530).

6. Tidak menyentuh lawan jenis
Dari Ma'qil bin Yasar RA berkata : Rasulullah SAW bersabda : "Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi itu masih lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya." (HR. Thabrani dalam Mu'jam Kabir 20/174/386 dan Rauyani dalam musnadnya 1283 dengan sanad hasan, lihat Ash-Shohihah 1/447/226).
Berkata Syaikh Al-Albani rahimahullah : "Dalam hadits ini terdapat ancaman keras terhadap orang-orang yang menyentuh wanita yang tidak halal baginya." (Ash-Shohihah 1/448).
Rasulullah SAW tidak pernah menyentuh wanita meskipun dalam saat-saat penting seperti membai'at dan lain-lain. Dari 'Aisyah berkata : "Demi Allah, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun saat membaiat." (HR. Bukhari 4891).
Inilah sebagian etika pergaulan laki-laki dengan wanita selain mahram, yang mana apabila seseorang melanggar semuanya atau sebagiannya saja akan menjadi dosa zina baginya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW : Dari Abu Hurairah RA dari Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya Allah menetapkan untuk anak adam bagiannya dari zina, yang pasti akan mengenainya. zina mata dengan memandang, zina lisan dengan berbicara, sedangkan jiwa berkeinginan serta berangan-angan, lalu farji yang akan membenarkan atau mendustakan semuanya." (HR. Bukhari 4/170, Muslim 8.52, Abu Dawud 2152).
Padahal Allah ta'ala telah melarang perbuatan zina dan segala sesuatu yang bisa mendekati perzinaan (Lihat Hirosatul Fadhilah oleh Syaikh Bakr Abu Zaid, Hal. 94-98) sebagaimana firmanNya : "Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra' : 32).


Hukum Pacaran

Setelah memperhatikan ayat dan hadits di atas, maka tidak diragukan lagi bahwa pacaran itu haram, karena beberapa sebab berikut :

1. Orang yang sedang pacaran tidak mungkin menundukan pandangannya terhadap kekasihnya.

2. Orang yang sedang pacaran tidak akan bisa menjaga hijab.

3. Orang yang sedang pacaran biasanya sering berdua-duaan dengan kekasihnya, baik di dalam rumah atau di luar rumah.

4. Wanita akan bersikap manja dan mendayukan suaranya saat bersama kekasihnya.

5. Pacaran identik dengan saling menyentuh antara laki-laki dengan wanita, meskipun itu hanya jabat tangan.


6. Orang yang sedang pacaran, bisa dipastikan selalu membayangkan orang yang dicintainya.

Dalam kamus pacaran, hal-hal tersebut adalah lumrah dilakukan, padahal satu hal saja cukup untuk mengharamkan pacaran, lalu bagaimana kalau semuanya?


Ma'raji : Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf / Majalah Al-Furqon Edisi 8 Th.II/Rabi'ul Awwal 1424.

Semoga cuplikan tulisan ini bisa bermanfaat buat kamu dan aku juga semuanya. udkhulu fissilmi kaaffah.


Kamis, 20 Oktober 2011

Salamatul Insan fii Khifdzil Lisan

Posted On 15:22 by Yanuari Dwi Prianto 0 komentar

Keselamatan seseorang bergantung pada keterampilan orang tersebut dalam menjaga lidahnya

Lidah memang tidak bertulang , sehingga dia sangat mudah untuk bergerak, berkelit dan berjumpalitan kemana pun dia suka dengan sangat mudah. Meski dia sangatlah lunak Dan lembut, namun produk yang dihasilkan lidah itu sendiri bisa bermacam-macam. Bisa melahirkan hikmah Dan manfaat, berita, cerita, hikayat, cercaan, makian, kata-kata yang pedih Dan menyakitkan Dan yang sangat keras sekalipun, semuanya bisa lahir dari lidah yang lembut Dan lunak tersebut. Subhanallah…..

Karena lidah, dua negara yang sedang terlibat dalam peperangan sengitpun bisa berhenti, Dan karena lidah pula, dua orang dalam sebuah keluarga bisa bercerai, dua suku dalam sebuah Negara bisa bentrok, dua kelompok bisa berseteru, atau bahkan dua Negara bisa terlibat dalam peperangan besar.

Dengan lidah seseorang bisa banyak meraih pahala, Dan dengan lidahnya pula seseorang dapat mengumpulkan bertumpuk dosa. Keselamatan seseorang banyak ditentukan oleh yang namanya lidah.

Bahkan karakteristik seorang Muslim seperti yang pernah disabdakan Rasulullah saw, : ” Seorang Muslim ialah orang yang mampu menjaga lidah Dan tangannya dari mengganggu Muslim sesamanya. “( HR. Bukhori – Muslim ).

Dari setiap kata yang keluar dari mulut kitalah akan diketahui siapa diri Kita. Apakah termasuk orang pembohong, ahli cerita, tukang ngomel, tukang ngumpat, tukang fitnah, atau justru Kita termasuk ahli hikmah dimana setiap kata yang keluar akan senantiasa menimbulkan manfaat.

Ramadhan benar-benar merupakan momen penting bagi setiap Muslim, karena setiap detik bisa bernillai puluhan, ratusan atau bahkan jutaan pahala, atau justru akan hilang sia-sia, Dan na’udzubillah kalau waktu tersebut justru hanya akan mendatangkan noda-noda dosa serta menghasilkan tabungan penyesalan berkepanjangan.

Rasulullah saw bersabda., : “Barang siapa beriman kepada ALLAH Dan Hari akhir, maka hendaklah dia berkata (sesuatu) yang baik, atau diamlah. ” (HR Bukhori – Muslim ).

Kata atau lidah benar-benar menjadi baromneter dari karakter seseorang. Apakah seseorang itu baik atau jahat, apakah dia munafik ataukah orang itu saleh, semuanya bisa dilihat dari apa yang dia katakan.
Maka tidak berlebihan jika Rasulullah saw mengatakan dalam salah satu sabdanya, bahwa tanda-tanda orang munafik itu ada tiga :
1. Jika berkata dia dusta
2. Jika bernjanji dia ingkar.
3. Jika dipercaya dia khianat.

Ketiga karakteristik tersebut semuanya bersumber dari apa yang dia katakan. Oleh karena itu, momen Ramadhan adalah kesempatan emas untuk latihan memanage lidah, agar dia senantiasa mengeluarkan kata-kata yang baik, kata-kata yang mengandung manfaat bagi banyak pihak, atau lebih baik diam jika sekiranya perkataan tersebut tidak mengandung nilai.

Ada sebuah ungkapan mengatakan :
“Lidahmu adalah pedangmu yang akan memotong lehermu sendiri jika engkau salah mempergunakannya.”


(disarikan dari buku ” The Power of Akhlak – Menjadi Kesayangan ALLAH ” yg ditulis Ust. Bobby Herwibowo, Lc & Ust. A. Hadi Yasin, S. Ag, MA. ).